Ratusan ahli anatomi dari seluruh Indonesia berkumpul di Kota Solo untuk menghadiri Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perkumpulan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) 2025 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Hotel Harris Solo. Dengan mengusung tema “Beyond Anatomy: Enhancing Innovation and Collaboration in Anatomy Education and Research,” kegiatan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan perkembangan ilmu anatomi, meningkatkan inovasi dan kolaborasi dalam pendidikan dan penelitian bidang anatomi”
Acara ini berlangsung selama lima hari, mulai 30 September hingga 4 Oktober 2025, rangkaian kegiatan disusun padat namun inspiratif. Agenda utama meliputi simposium ilmiah, workshop interaktif, serta presentasi riset dalam bentuk oral dan poster. Para narasumber dari berbagai universitas ternama berbagi pengalaman penelitian di bidang anatami hingga kolaboratif lintas bidang yang menggabungkan anatomi, bioteknologi, dan kecerdasan buatan.
Suasana hangat dan antusias terasa sejak sesi pembukaan. Para peserta yang berasal dari berbagai fakultas kedokteran, lembaga penelitian, serta praktisi anatomi disambut oleh panitia penyelenggara dan pimpinan UNS. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menekankan pentingnya mengubah paradigma anatomi dari sekadar ilmu dasar menjadi bidang yang mampu melahirkan inovasi lintas disiplin.
“Kami berharap PIN PAAI 2025 ini menjadi ajang inspiratif produktif, mempererat persaudaraan dan kesejawatan dan meningkatkan kolaborasi lintas institusi dan generasi.” ujarnya.
Tak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, PIN PAAI 2025 juga membuka ruang jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi. Melalui forum diskusi dan sesi networking, peserta dapat bertukar gagasan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis riset. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, PIN PAAI 2025 di UNS Solo menjadi bukti bahwa ilmu anatomi terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Pada kegiatan ini sekaligus diadakan Rapat Kerja Nasional PAAI, yang membahas arah kebijakan organisasi dan strategi penguatan peran PAAI dalam mendukung kualitas pendidikan anatomi di Indonesia. Dalam rapat tersebut, para peserta menyepakati pentingnya memperluas kemitraan, memperkuat kurikulum anatomi yang berorientasi teknologi, serta mendorong riset kolaboratif antaranggota PAAI. Melalui tema “Beyond Anatomy”, para ahli anatomi Indonesia bertekad melangkah lebih jauh tidak hanya memahami tubuh manusia, tetapi juga menghidupkan semangat inovasi dan kolaborasi demi kemajuan pendidikan dan penelitian di Indonesia.
Puncak acara PIN PAAI 2025 ditandai dengan penyerahan Brevet Kepakaran Keahlian Anatomi kepada para ahli yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pendidikan dan penelitian anatomi.
“Pemberian Kepakaran Keahlian Anatomi dan Histologi ini secara keilmuan akan mendorong Anatomi dan Histologi untuk semakin berkembang dan mendalam, serta secara organisasi akan menguatkan PAAI, baik di pusat maupun Cabang.” ujar dr. Nur Arfian, Ph.D, Ketua Perkumpulan Ahli Anatomi Indonesia.
Pada kesempatan ini, tiga dosen dari Laboratorium Bio-Paleoantropologi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat UGM turut menerima Brevet Kepakaran Pakar Antropologi Kedokteran Konsultan (PAtrK(K)), yaitu:
- Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D.
- Janatin Hastuti, S.Si., M.Kes., Ph.D.
- Rusyad Adi Suriyanto, S.Sos., M.Hum.
Selain itu, turut diberikan beberapa jenjang kepakaran anatomi lainnya, meliputi:
- PAK – Pakar Anatomi Kedokteran
- PAK (K) – Pakar Anatomi Kedokteran (Konsultan)
- AHVet – Ahli Histologi Veteriner
- AHVet (K) – Ahli Histologi Veteriner (Konsultan)
- AHK – Ahli Histologi Kedokteran
- PAtrK (K) – Pakar Antropologi Kedokteran (Konsultan)
Kepakaran ini menjadi simbol pengakuan profesional sekaligus dorongan untuk terus berkontribusi pada kemajuan pendidikan anatomi di Indonesia. Lebih dari sekadar pengakuan keilmuan, kepakaran tersebut juga mencerminkan dukungan nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan Kepakaran Keahlian Anatoni maka turut serta menciptakan lingkungan pendidikan yang baik untuk saat ini dan masa yang akan datang.
LBP, 8 Oktober 2025
Penulis: Ilham Novitasari
Editor: Janatin Hastuti
