Suasana akademik yang biasanya tenang di lingkungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada tampak lebih hidup pada suatu pagi yang cerah ketika puluhan mahasiswa kedokteran datang dengan penuh rasa ingin tahu dan semangat belajar. Mereka menempuh perjalanan dari Ponorogo menuju Yogyakarta bukan sekadar untuk berkunjung, tetapi untuk memperdalam pemahaman tentang tubuh manusia dan sejarah biologisnya melalui pengalaman belajar langsung di berbagai fasilitas ilmiah.
Sebanyak 55 mahasiswa beserta dosen pendamping dari Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan kunjungan edukatif ke beberapa unit pembelajaran di lingkungan FK-KMK UGM. Kunjungan yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026 ini mencakup Museum Bio-paleoantropologi, Museum Anatomi, serta Laboratorium Patologi Anatomi.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai antropologi ragawi, struktur anatomi manusia, serta perkembangan biologis manusia, sekaligus memberikan wawasan akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan tenaga pendidik melalui interaksi langsung dengan koleksi ilmiah dan fasilitas pembelajaran yang dimiliki FK-KMK UGM.
Selama kunjungan berlangsung, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai sarana pembelajaran yang tersedia di lingkungan fakultas. Beberapa di antaranya adalah Museum Bio-paleoantropologi, Museum Anatomi, serta Laboratorium Patologi Anatomi.
Di ruang-ruang pembelajaran tersebut, mahasiswa dapat mengamati secara langsung berbagai koleksi ilmiah yang menggambarkan perkembangan struktur tubuh manusia serta bukti-bukti yang digunakan dalam kajian antropologi dan ilmu kedokteran. Bagi banyak peserta, pengalaman ini memberikan perspektif baru yang menunjukkan bahwa teori yang dipelajari di ruang kelas dapat dipahami secara lebih mendalam melalui pengamatan langsung terhadap objek ilmiah.

Selain memperkaya pemahaman akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi ilmiah antara mahasiswa dari dua institusi pendidikan tinggi. Diskusi, sesi tanya jawab, serta pengamatan langsung terhadap koleksi museum menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang berlangsung sepanjang kunjungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan mendalam. Pengalaman tersebut menegaskan bahwa ilmu kedokteran tidak hanya dipelajari melalui teori dan buku teks, tetapi juga melalui pengamatan, eksplorasi, serta dialog ilmiah.
Kunjungan edukatif seperti ini menunjukkan bagaimana institusi pendidikan tinggi terus berperan sebagai ruang perjumpaan pengetahuan dan pengalaman. Di tempat inilah mahasiswa belajar memahami tubuh manusia bukan sekadar sebagai objek studi, melainkan sebagai bagian dari perjalanan panjang perkembangan ilmu pengetahuan.
Bagi pengelola museum, kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih luas. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, kunjungan edukatif juga berperan dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia sains, penelitian, dan inovasi.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini sejalan dengan komitmen Museum Bio-paleoantropologi FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Melalui kegiatan seperti ini, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup, tempat di mana generasi muda dapat memahami masa lalu, memperluas wawasan ilmiah, serta menumbuhkan semangat untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.
Penulis: Ilham Novitasari
Editor: Janatin Hastuti