Universitas Gadjah Mada Laboratorium Bio- & Paleoantropologi
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Koleksi Fosil
    • Manusia Purba
    • Avertebrata
    • Vertebrata
    • Tumbuhan
    • Tulang Sub-Recent
    • Artefak
  • Museum
    • Koleksi & Galeri
    • Kunjungan
  • Kegiatan
    • Perkuliahan
    • Penelitian Bioantropologi
    • Penelitian Paleoantropologi
    • Penelitian Mahasiswa
    • Pengabdian Masyarakat
    • Seminar
    • Artikel
  • Layanan
    • Kerjasama Penelitian
    • Akses Repositori Fosil
    • Akses Penelitian Fosil
    • Akses Perpustakaan
    • Peminjaman Alat Penelitian
    • Kursus/Pelatihan
  • Beranda
  • Kunjungan
  • Museum sebagai Ruang Belajar: Mahasiswa Kedokteran UGM Pelajari Evolusi dan Anatomi Manusia

Museum sebagai Ruang Belajar: Mahasiswa Kedokteran UGM Pelajari Evolusi dan Anatomi Manusia

  • Kunjungan
  • 4 June 2026, 08.21
  • Oleh: ita.inter
  • 0

Sabtu pagi, 16 Mei 2026, Museum Bio-Paleoantropologi dan Museum Anatomi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mendadak dipenuhi ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada yang memadati area museum Bio-Paleoantropologi dan Museum Anatomi dengan rasa penasaran yang besar, menjadikan suasana kampus pagi itu terasa jauh lebih ramai dari biasanya.

Sebanyak 150 mahasiswa Pendidikan Dokter FK-KMK UGM mengikuti kunjungan edukatif yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK-KMK UGM. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai antropologi ragawi serta struktur anatomi manusia melalui pengalaman belajar secara langsung di museum. Rangkaian kegiatan ini merupakan salah satu program dari “Behind the Scenes (BTS) 2026”

Sejak awal kunjungan, antusiasme peserta sudah terlihat jelas. Mahasiswa tampak serius menyimak setiap penjelasan yang disampaikan oleh petugas museum, Ashwin Prayudi, S.S., M.Sc dan Fidelis Aritona Triki Sadewa, S.Si. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Tidak sedikit mahasiswa yang aktif bertanya mengenai evolusi manusia, karakteristik manusia purba, hingga hubungan antara kajian antropologi dengan ilmu kedokteran modern.

Perjalanan edukatif dimulai dengan menelusuri Museum Bio-Paleoantropologi. Di setiap sudut museum, mahasiswa disuguhi diorama, replika fosil, dan berbagai koleksi ilmiah yang menggambarkan perjalanan panjang evolusi manusia. Teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah mendadak terasa lebih nyata ketika mereka dapat melihat langsung bukti-bukti ilmiah yang tersaji secara visual dan informatif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Museum Anatomi. Di tempat ini, mahasiswa dapat mengamati berbagai koleksi anatomi tubuh manusia yang disajikan secara visual dan sistematis. Suasana belajar terasa berbeda karena mahasiswa tidak hanya membaca teori dari buku, tetapi juga melihat secara langsung struktur tubuh manusia yang selama ini menjadi bagian penting dalam pendidikan kedokteran.

Bagi banyak peserta, kunjungan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang tidak tergantikan. Museum menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih hidup, di mana mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan realitas ilmiah secara langsung. Pengalaman observasi tersebut menjadi pelengkap penting bagi proses pembelajaran di kelas.

Antusiasme mahasiswa semakin terlihat ketika mereka diajak mengunjungi ruang penyimpanan koleksi fosil. Di ruangan tersebut, mahasiswa dapat melihat bagaimana fosil-fosil dirawat, disimpan, dan didokumentasikan secara sistematis. Rasa ingin tahu mereka tampak begitu besar ketika mulai menanyakan proses pencarian fosil di lapangan, teknik konservasi, hingga prosedur penelitian yang dilakukan terhadap koleksi-koleksi tersebut.

Bagi pengelola museum, kegiatan seperti ini menjadi energi positif yang menunjukkan bahwa museum masih memiliki peran penting sebagai ruang belajar lintas disiplin ilmu. Kehadiran mahasiswa yang aktif berdiskusi dan penuh rasa ingin tahu menjadi bukti bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya pengetahuan, penelitian, dan inovasi.

Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi ilmiah antara mahasiswa dan pengelola museum. Diskusi yang berlangsung sepanjang kegiatan memperlihatkan bahwa proses belajar terbaik sering kali lahir dari pengalaman langsung, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk bertanya.

Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang evolusi manusia dan anatomi tubuh, tetapi juga memahami bahwa ilmu pengetahuan berkembang melalui proses observasi, penelitian, dan eksplorasi yang panjang. Fosil, diorama, dan koleksi anatomi yang mereka lihat hari itu bukan sekadar benda pajangan, melainkan bagian penting dari perjalanan panjang perkembangan ilmu pengetahuan manusia.

Kegiatan edukatif ini juga sejalan dengan komitmen Museum Biopaleoantropologi FKKMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kegiatan seperti ini, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup, tempat generasi muda memahami masa lalu, memperluas wawasan ilmiah, serta menumbuhkan semangat untuk berkontribusi bagi masa depan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Penulis: Ilham Novitasari

Editor: Janatin Hastuti

Tags: dan Kelembagaan yang Tangguh) FK-KMK UGM Keadilan Laboratorium Bio-Paleoantropologi Museum Bio-Paleoantropologi SDG 16 (Perdamaian SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDGs 4: Pendidikan Berkualitas

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Museum sebagai Ruang Belajar: Mahasiswa Kedokteran UGM Pelajari Evolusi dan Anatomi Manusia
  • Dari Jejak Leluhur Menuju Pangan Masa Depan: Kontribusi Museum Bio-Paleoantropologi dalam Pameran Abhirama Ranggawarsito 2026
  • Belajar Evolusi di Luar Kelas: Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan Kunjungi Museum Bio-Paleoantropologi dan Museum Anatomi
  • Inovasi Pembelajaran di FK-KMK UGM, Kagumi Museum Biopaleoantropologi dan Museum Anatomi
  • Ketika Bahasa Bertemu Sains: Mahasiswa Internasional Memulai Perjalanan Akademik di Museum Bio-Paleoantropologi FK-KMK UGM
Universitas Gadjah Mada

LABORATORIUM BIO- & PALEOANTROPOLOGI
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat & Keperawatan

Universitas Gadjah Mada
Jl. Medika,  Sekip, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Email          : lab-biopaleo.fk@ugm.ac.id
Telp. / fax  : +62-0274-552577

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY